Monday, December 06, 2010

Meningkatkan Prestasi Kerja

Sumber: www.AnneAhira.com

Seperti halnya bersekolah yang mengenal kata prestasi belajar, dalam bekerjapun kita akan mengenal yang namanya Prestasi Kerja. Prestasi kerja adalah usaha yang kita lakukan untuk mencapai tahapan tertentu. Biasanya bila kita sudah mencapai tahapan tersebut, kita akan merasa bangga dengan apa yang telah kita lakukan.


Seorang SPG atau sales promotion girl misalnya, yang diwajibkan untuk bisa menjual produk dalam sebulan sebanyak seratus ribu unit. Dan ternyata setelah sebulan berlalu, SPG tersebut mampu menembus angka 500ribu unit. Itulah salah satu contoh dari prestasi kerja.



Apa Pentingnya Prestasi Kerja


Saat kita masih sekolah, pasti kita menginginkan prestasi yang baik bukan, baik itu prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Saat kita berhasil meraih keduanya, kita merasa menjadi siswa yang sudah berhasil karena target kita telah tercapai. Begitu juga dengan bekerja, kita pasti memiliki obsesi tertentu dan tak mungkin bila hanya sekedar bekerja.


Obsesi itulah yang akan membentuk jiwa kita untuk berusaha semaksimal mungkin demi meraih tujuan yang kita inginkan. Bila tujuan telah tercapai, maka kita akan merasa sukses dengan kondisi kita, sekalipun pasti akan bermunculan tuntutan baru yang lainnya.



Bagaimana Meningkatkan Prestasi Kerja


Sama halnya bila ada pertanyaan, “bagaimana meningkatkan prestasi sekolah?”. Tentu semuanya akan menjawab “dengan rajin belajar.” Begitu pula bila ada pertanyaan yang serupa “bagaimana meningkatkan prestasi kerja?”, maka jawabannya adalah “dengan rajin bekerja”. Ya, itu jawaban secara umum.

Namun, demikian tidak hanya rajin bekerja saja yang bisa meningkatkan prestasi kerja. Ada faktor-faktor lain yang juga turut membantu kita untuk meningkatkan prestasi, di antaranya:


1.  Kesetiaan


Kesetiaan terhadap perusahaan tempat bekerja memang menempati posisi pertama. Bila kita setia, kita tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan. Hal ini sangat penting dimiliki, terlebih pada zaman sekarang ini kesetiaan adalah suatu hal yang langka. Oleh sebab itu, bila seorang karyawan memiliki sikap ini, dia akan mendapatkan nilai plus dari perusahaan.


2.  Kejujuran


Hampir sama dengan kesetiaan, kejujuran adalah sikap apa adanya dan tidak ada manipulasi. Kejujuran juga bermakna bahwa kita sangat menjungjung tinggi persaingan sehat antar karyawan.


3.  Semangat


Tak mungkin ada usaha keras bila tak ada semangat. Dan tak mungkin juga ada keberhasilan bila tak ada kerja keras.


4.  Supel


Di perusahaan kita tidak hanya bergaul dengan pekerjaan kita, namun dengan masyarakat perusahaan. Pandai-pandailah menjaga diri agar kita bisa diterima oleh siapa saja dan dari kalangan mana saja.



  • Bijaksana

  • Teliti

  • Disiplin


Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan prestasi kerja. Seorang karyawan tidak hanya dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi saja, namun juga kecerdasan emosional dan spiritual. Percayalah, bila ketiga kecerdasan tersebut kita miliki, maka kita akan dengan mudah meningkatkan prestasi kerja kita.

Kenali Gaya Kerja Anda

Sumber: www.AnneAhira.com

Di tempat kerja, hubungan dengan lingkungan sedikit banyak berpengaruh terhadap prestasi kerja. Hubungan dengan lingkungan dipengaruhi dengan bagaimana bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan, maupun hal yang terkait dengan persoalan di luar pekerja.


Bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan dengan atasan, rekan kerja maupun bawahan dikenal dengan istilah gaya kerja.

Gaya kerja dibedakan menjadi 5 tipe yaitu commanding, marginal, indifferent, humanistic dan enlighting.


Seseorang dapat mengetahui kecenderungan gaya kerja yang dominan melalui kuesioner sebagai alat ukur. Dengan mengetahui gaya kerja, seseorang dapat menggunakan kelebihan dan memperbaiki kelemahan.


Commanding

Gaya kerja commanding atau dikenal juga dengan gaya kerja memerintah. Gaya kerja ini berorientasi pada kekuasaan.
Hubungan kerja didasarkan pada pola atasan dan bawahan.


Orang dengan gaya kerja ini cenderung merasa benar sendiri. Gaya kerja ini biasanya diperlukan pada saat keadaan kritis yang memerlukan pengambilan keputusan secara cepat.


Marginal


Gaya kerja marginal berorientasi pada aturan yang harus dipatuhi dan perintah dari atasan. Orang dengan gaya kerja ini biasanya hanya mengikuti perintah dan tidak kreatif. Gaya kerja ini diperlukan pada tempat kerja yang memerlukan orang tipe hanya do-er atau pelaksana.


Indiffirent


Gaya kerja indifferent atau masa bodoh hanya berorientasi pada tugas sendiri. Seseorang dengan gaya kerja dominan indifferent hanya fokus untuk menyelesaikan kewajibannya tanpa peduli pada keadaan sistem secara keseluruhan.


Gaya kerja ini akan tepat diterapkan pada tempat kerja dengan tipikal pekerjaan tak saling bergantung satu dengan lainnya.


Humanistic


Gaya kerja humanistic adalah gaya kerja yang berorientasi pada perasaan. Seseorang dengan gaya kerja ini cenderung untuk menghindari keributan di tempat kerja akibat konflik. Berbeda pendapat adalah sesuatu yang sangat dihindarkan.


Kekurangan dari gaya kerja ini adalah tidak bisanya diambil keputusan secara tegas, apalagi bila waktunya mendesak. Sedangkan kelebihannya adalah membina hubungan yang baik dan kekompakan personil di tempat kerja.


Enlighting


Gaya kerja enlighting merupakan gaya kerja yang dipandang paling ideal untuk diterapkan secara umum. Gaya kerja ini berorientasi pada prestasi atau keberhasilan bersama.


Kelebihan gaya kerja ini pada diskusi, proses sharing ide, evaluasi bersama, dan teamwork yang kuat. Gaya kerja ini akan sesuai dengan tipikal pekerjaan yang melibatkan banyak personil dengan peranan sejajar.


Penerapan gaya kerja sangat ditentukan juga oleh tempat kerja dan tipikal pekerjaan. Tidak ada gaya kerja yang paling baik, tetapi hanya ada gaya kerja yang paling sesuai.